Minggu, 13 Maret 2016

Membuat tahu sumedang

Rasa nikemat


Tahu sumedang

cukup menyediakan alat dan bahan-bahan berikut :
  • Mesin penggiling : membuat bubur kedelai
  • Kuali perebus : untuk merebus kedelai, direkomendasikan menggunakan bahan anti karat
  • Baskom Plastik : untuk merendam kedelai
  • Tempat Penyaringan : untuk menyaring bubur kedelai
  • Rak Bambu/Ancak : tempat tahu mentah hasil cetakan, terbuat dari anyaman bambu
  • Wajan Penggoreng
  • Kompor atau Tungku
Bahan-bahan
  • Kacang Kedelai 100 kg.
  • Air 4000 liter.
  • Larutan biang 350 liter.
  • Minyak Goreng 20-25 kg.
  • Bumbu Secukupnya.
  • Penggumpal (koagulan) : untuk mengendapkan bagian protein atau bahan tahu dari sari kedelai.
  • Antibusa : untuk mengontrol atau mengurangi busa pada saat pembuatan bubur kedelai
Cara Membuat Tahu Sumedang :

Pembuatan sari kedelai :  
  • Kedelai terlebih dahulu dibersihkan dari kotoran atau benda asing seperti kerikil, pasir, kedelai pecah, berjamur, dan lain-lain.
  • Kemudiian rendamlah dalam air dengan perbandingan 1 : 2 selama 3-5 jam atau cukup 1-2 jam bila digunakan air hangat dengan suhu 550 C, jangan sampai lebih, karena tahu akan berkurang rendamannya karena protein menggumpal. Untuk rendaman dengan air dingin Perendaman dilakukan sekitar 4-10 jam
  • Bersihkan kedelai hasil rendaman dengan air, kemudian tiriskan.
  • Setellah itu, kedelai digiling sampai berbentuk bubur sambil ditambah air sedikit demi sedikit. Tampung dalam wadah anti-karat.
  • Masukan bubur kedelai kedalam air yang panas atau mendidih sambil terus dipanaskan.
  • Aduk, siram air dingin sekitar 3 liter, atau tambahkan minyak goreng sisa sebanyak 0,5 liter untuk mengatasi timbulnya busa. Masak atau rebus bubur kedelai sampai matang atau sampai bubur kedelai berwarna kuning pucat.
  • Angkat dan saring bubur kedelai. Proses penyaringan dibantu dengan penambahan air panas sekitar 100 liter per gilingan pada ampasnya hingga diperoleh air penyaringan jernih.
Penggumpalan dan pengendapan :
  • Tambahkan larutan biang ke sari kedelai yang masih panas di dalam tempat penyaringan tahu sebanyak 35 liter per gilingan.
  • Aduk rata dengan arah yng tetap sampai terbentuk endapan atau menggumpal, biarkan gumpalan sari kedelai turun dan mengendap di dasar tempat penyaringan tahu selama 5-15 menit.
  • Pisahkan gumpalan sari kedelai di dasar tempat penyaringan dari cairan sisa penggumpalan. Caranya ayakan bambu yng dilpisi kain saring dibenamkan, selanjutnya ambil cairan dengan gayung.
  • Tampung sebagian cairan sisa dalam tempat anti-karat untuk digunakan sebagai larutan biang.
Percetakan dan Pengepresan :
  • Hancurkan gumpalan sari kedelai dengan cara diaduk searah perlahan-lahan dalam tempat penyaringan. 
  • Masukan gumpalannya kedalam cetakan yang beralaskan kain saring halus.Tutup bagian atas permukaan sari tahu dengan kain saring, lalu letakkan papan penutup serta pemberat di atasnya.
  • Biarkan selama 10-15 menit sampai gumpalan memadat dan air sisanya keluar dan menetes melalui lubang cetakan.
Pemotongan dan Penggorengan :
  • Angkat tahu dari cetakan bila tahu telah padat, cirinya air yang menetes dari cetakan sedikit.
  • Letakkan tahu di rak bambu sambil dibalik permukaannya.
  • Potong tahu setelah memadat betul sesuai selera. Tahu padat cirinya bila dipegang keras dan dingin.
  • Rendam potongan tahu mentah dengan raknya kedalam bak rendaman berisi larutan bumbu selama 5-10 menit. Angkat dan tiriskan.
  • Goreng tahu setelah airnya tiris. Penggorengan menggunakan minyak goreng dalam jumlah banyak dengan api yang besar. Masukan tahu jika minyak gorengnya sudah betul-betul panas.
  • Simpan tahu goreng di rak-rak sampai dingin, kemudian kemas dalam keranjang bambu

Catatan :

Biang tahu merupakan air sisa pembuatan tahu yang sudah berumur 1-2 hari.. 
Untuk pembuatan pertama, penggumpal yang digunakan adalah asam cuka (asam asetat) pekat sekitar 98-99%

Untuk menghasilkan warna yang kuning seperti tahu Bandung, proses pembuatannya direbus dengan menggunakan air rebusan kunyit yang ditumbuk

Demikian semoga bermanfaat
Rasa nikemat

0 komentar:

Posting Komentar